aksesoris review

Suka Birkenstock ? Ini opsi lokalnya!

Selamat pagi good friend of the universe! Pagi ini adalah laundry day, dan saat ini saya lagi ngetik post ini di meja tunggunya dengan segelas teh manis hangat (tadi udah ngopi soalnya)

Jadi, apa yang mau saya share hari ini ya? Oiya, waktu ke Grand Indonesia kemarin, saya ngga cuma beli tas Timbuk2 itu, karena kemarin itu kan keliling-keliling juga buat nyari opsi brand tas lainnya, mata saya juga tertuju sama sendal yang dipajang di sepanjang hall-nya, bukan apa-apa, tapi karena model sendalnya itu kaya Birkenstock. Saya suka dengan sendal Birkenstock, walaupun dalam kehidupan saya, rasa suka tersebut tidak pernah berhasil menjustifikasi saya buat actually buy sepasang sendal tersebut! Haha.. beneran, udah berapa kali tuh saya coba dan tes dan end up dengan kalimat “makasih ya mbak, saya muter dulu”.. gitu.

Well, sebenernya pasti ada alasan kenapa Birkenstock begitu mahal. Saya yakin ada teknologi dan manfaat yang ada di dalam sendal tersebut yang membuat sendalnya worthed buat dijual seharga lebih dari sejuta rupiah. Satu lagi, karena saya bukan orang yang suka sendalan kalau pergi-pergi makanya price point segitu pun jadi kemahalan buat saya, lebih baik saya beli sepatu beneran kalau punya budget segitu. Thats why..

Kembali ke Grand Indonesia, saya pun lihat lebih dekat sendal-sendalnya dan impresi pertama saya adalah ni sendal bagus, materialnya keliatannya solid juga, harganya pun… oh ini belom diskon mbak ?? Dengan harga 360 ribu aja masih diskon 30% lagi, dan akhirnya jadi sekitar 250 ribuan aja.. Jadi lah saya akhirnya milih-milih model dan size yang pas, dan ini dia sendalnya

Merknya Cortica, kata mbak yang jual ini merk lokal. Well, kalau denger merk lokal dan secara pribadi saya lihat barangnya juga bagus, saya akan tergerak buat membelinya untuk mendukung produk lokal yang memang berkualitas. Untuk modelnya, buat saya kemarin cukup banyak pilihannya. Beberapa model ada yang sebenernya model standar sendal ala Birkenstock, saya bilang model standar karena selain Birkenstock, sendal merk lain juga ada model yang sebut saja tiga tali, model sendal jepit atau standar sendal satu lapis diatas.

Buat bantalan telapak kakinya, Cortica punya dua pilihan, yang model motif marble seperti yang saya beli, ataupun yang suede warna coklat seperti sendal model begini. Saya ambil yang ini karena koq kalau saya pakai yang suede bakal cepet menghitam karena kaki saya ini agak males saya sendalan kalau di rumah dan bisa bisa pas pakai sendal ini yang ada jadi nempel debu lantainya.

Uppernya kalau dilihat di tag-nya menggunakan kulit ya. Yang saya suka dari material kulit adalah semakin dipakai itu semakin lentur dan empuk. Semoga sendal Cortica ini memakai material kulit yang bagus yah.

Saya membeli sendal yang modelnya mix antara model tali dengan jepit, alasannya justru biar modelnya ngga kebanyakan dan orang ngga akan ngira ini sendal ternama yang diatas tadi, tapi akan nanya itu sendal lu bagus, merk apa bro? (Ngarep banget ditanya) Setelah saya pakai beberapa hari ini, impresi saya adalah ini sendal nyaman, kalau keras di awal pasti namanya sendal kulit baru, tapi ngga ada potensi akan bikin kaki lecet sejauh ni. Tali sendalnya sendiri kan bisa disetel sesuai ukuran punggung kaki kita. Untuk telapak nya ini kan modelnya kaki kita seperti tenggelam di dalam sendalnya jadi usahakan kalau anda mau beli, pastikan ukurannya yang memang bikin kaki tenggelam. Saya menggunakan sepatu lari ukuran 44, untuk sendal ini saya gunakan size 43 buat patokan anda.

Oiya, ternyata mereka juga punya Website yang bisa anda kunjungi buat liat koleksi mereka yang lainnya! Akhir kata, Cortica is a nice comfort and good looking sandal. Saya akan sering pakai sendal ini kalau celana pendekan pas jalan pastinya.

Support our local product, stay fashionable guys!

%d bloggers like this: