Kuliner Sehari-hari

Kopi dan Starbucks

Siapa yang belum pernah ke Starbucks ? Kalaupun ngga dateng dan beli kopinya, paling ngga pernah lah diajak ngopi disana sama temen. Aselinya itu saya bukan “big fan of Starbucks”, karena memang ngga kerja di Jakarta, bukan kebiasaan saya buat ngopi-ngopi cantik ataupun kumpul dan nongkrong di coffee shop, ataupun tipikal orang yang bawa laptop dan kerja berjam-jam di meja kedai Starbucks.

Perkenalan pertama dan adiksi saya sama Starbucks justru karena saya membeli kopi dalam kemasannya alias beli kopi bijinya, karena bungkus-bungkus kopi tersebut akan saya bawa ke tempat kerja dan digunakan di mesin kopi disana. Awalnya saya harus meminta baristanya menggiling kopinya karena mesinnya masih yang pakai kopi bubuk, namun sejak diupgrade, saya tinggal beli dan bawa coffee bag nya saja.

Dua favorit Starbucks coffee saya!

Apa yang membedakan beli kopi jadi di Starbucks dengan beli kopi biji dan diolah sendiri? Buat saya, bedanya banyaaakk.. yang pertama dan harus saya akui adalah bahwa biji kopi Starbucks memang memiliki cita rasa yang kaya, bahkan dalam setiap variannya. Contohnya diatas, House blend dengan Pike Place punya tekstur rasa yang beda banget dimana House Blend itu adalah signature taste dari kopi Starbucks, sementara yang satunya punya cita rasa yang lebih gelap dan harum alias dark and roasty. Ini yang tidak bisa kita dapat kalau kita minum langsung di kedainya, setau saya, barista akan menggunakan satu jenis coffee-of-the-day dan akan dia gunakan sampai habis, itu lho biasanya di dalam wadah kaca super gede dimana biji kopinya ditaruh.

Dan uniknya, dengan sebegitu banyak jenis varian, kalau memang lidah anda sudah terbiasa, anda akan bisa menemukan satu unique taste dari kopi Starbucks! Percayalah, setelah bergelas-gelas kopi Starbucks, saya bisa merasakan “that signature taste dari Starbucks”, bahkan kalau di mesin kopinya diganti kopi merk lain pun saya tau bahwa itu bukan Starbucks!

biji kopi Starbucks memang memiliki cita rasa yang kaya, bahkan dalam setiap variannya

Kalau ditanya, apa signature taste-nya?… hmmm.. taste kopi Starbucks itu tuh seperti rasa yang pahit tapi ngga asam, selalu ada roasty tastenya sebenernya pada umumnya. Nanti yang membedakan antar variannya adalah sensasi pahit, tebal rasanya ataupun keasamannya. Tapi yang pasti, anda akan selalu tau, itu adalah Starbucks. Analoginya tuh sama kaya kalau anda disodori ayam goreng tepung, most likely anda akan tahu mana yang Kentucky mana yang bukan kan ?! Hehehe

Bagaimana dengan minum kopi Starbucks di kedainya ? Kalau saya selalu end up dengan dua pilihan aja, kalau mau hangat, saya akan minum hot cappucino.. their best. Kalau lagi pengen fresh dan dingin, anda ngga akan pernah gagal dengan Cold Brew originalnya. Starbucks bisa menyajikan kopi dingin dengan keasaman yang relatif rendah dan lebih nyaman di lambung

Nah kalau buat di rumah, biasanya pun saya akan beli satu coffee bag digiling, untuk saya olah dengan gelas french press saya, kemudian disajikan dengan gula aren ataupun susu.. pas!

About BangKei

A professional worker who loves to enjoy life through running and other active lifestyle. Enjoy drinking coffee and one of Apple Fanboy fo'real! Doesn't want to think anything too much, life is simple if you know how to be grateful!

%d bloggers like this: