Makanan favorit yang langka di Jakarta

Ada yang tau cemilan apa itu ? Bukan kue pia, apalagi perkedel lho.. Ini salah satu makanan favorit saya, dan setiap kali saya berkunjung ke satu tempat makan dan ada menu ini atau makanan lain dengan bahan dasar yang sama, pasti saya pesan!

Yup, itu adalah tape bakar! Panganan tape sih setau saya udah jarang saya temui di Jakarta ya. Yang masih saya inget adalah waktu kecil dulu, penjual tape ini memiliki gerobak jualan yang khas, beroda tiga dan dikemudikan dari belakang, atau hanya berupa gerobak roda dua yang didorong, namun pada gerobaknya dilengkapi dengan “kaca display” yang memamerkan tumpukan tape di dalamnya. Sejak pertama kali saya diperkenalkan dengan tape, saya langsung menyukainya. Mungkin karena rasa khas fermentasinya ya yang punya aroma khas juga di hidung, tapi sejak kecil yang saya tau ya menyantap tape itu ya langsung dimakan aja. Baru setelahnya saya tau bahwa ada makanan tradisional berbahan dasar tape yang di bakar menjadi tape bakar.

Tape yang saya makan ini secara umum enak, ngga terlalu pahit dan karena dilapisi dengan madu, rasa manisnya pun kentara. Selain bercerita tentang tapenya, saya juga mau bercerita tentang tempat saya makan ini, yaitu Tjikini Lima

Restoran atau bilang saja kedai ini terletak di daerah Cikini, tepatnya di depan gedung Menteng Haus. Sebelumnya saya sudah pernah kesini juga dan sangat suka dengan sajian kopinya yang merupakan specialtynya (ya namanya tempat makan jaman sekarang). Daerah Cikini ini sendiri setau saya ya seruas jalan dari arah Tugu Tani ke arah Stasiun Cikini hingga Mega Ria, dan pusat ramainya itu ya di sekitar Taman Ismail Marzuki. Di sebelah Tjikini Lima ini pun berjejer juga 2 atau 3 kedai dan resto lainnya yang menjual makanan mostly khas Indonesia.

Saya suka berada di dalam kedai Tjikini Lima ini, suasanya cenderung old style dengan menggunakan kursi dan meja kayu

Atmosfirnya sih saya akan bilang relatif ya, tergantung pas model manusia seperti apa yang ada saat anda kesana. Misalnya pas tadi saya kesini, kebetulan isinya kebanyakan pengunjung yang sibuk dengan laptop mereka, ada beberapa meja yang isinya orang-orang yang mungkin seumuran saya dan lebih saling ngobrol dengan volume suara yang wajar. Paling hanya ada satu meja yang isinya anak-anak kekinian, yang kalau ketawa kaya lagi di Metro Mini kerasnya, walaupun masih sesekali aja sih mereka tertawa, so yeah, untuk atmosfer ya relatif. Tapi buat musik, mereka hanya menyajikan random music dengan volume yang relatif kecil sehingga memungkinkan pengunjung bisa chattering tanpa perlu berteriak-teriak.

Interior kedainya bener-bener bikin nyaman berada disana, salah satu keunikan kedai Tjikini Lima ini adalah jendela besarnya yang benar-benar memperlihatkan suasana luar dan sebaliknya ke dalam

Pelayannya cukup banyak dan tanggap, saya ngga merasa kesulitan untuk meminta bantuan mereka, cukup dengan melambaikan tangan, pasti ada yang melihat dan mengarahkan rekannya untuk mendatangi saya. Sekali lagi, buat saya, interior kayu di kedai ini benar-benar winning factor yang bikin nyaman berada disini. Mungkin kalau bisa minta, yang kurang malah buat saya adalah aroma wooden nya. Ya agak sulit sih kalau ini, apalagi kan pasti ruangannya dikasih pengharum ruangan, jadi lambat laun pasti aroma kayunya berkurang, tapi ini ya murni preferensi saya ya.

Jadi, kalau anda sedang berada di daerah Menteng atau bahkan Cikini dan ingin duduk sejenak buat menghirup kopi sambil makan tape bakar dan ngobrol santai, silahkan langsung mampir ke Tjikini Lima ini ok!?

Silahkan kunjungi Instagram mereka dan follow akunnya.