Akhirnya, review Airpods buat berlari

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga, pagi tadi saya menggunakan Airpods 2 saya buat lari pagi.

Setelah absen lari karena injury di sisi dalam kaki kanan saya, saya memutuskan untuk istirahat dulu selama 3 hari kemarin sambil memberikan gel anti nyeri di kaki saya, dan tes Airpods untuk lari pun belum dilakukan selama itu hingga pagi tadi. Dengan perjuangan yang berat untuk bangun pagi karena udah 3 hari bangun agak siang terus, akhirnya badan yang juga udah mulai melar ini pun bergerak buat lari dan tes Airpods.

Yang pertama, apakah saya perlu membawa case Airpods ini ya ? Ini dia pertanyaan pertama yang muncul, dan saya yakin kalau anda pertama kali menggunakan airpods dan akan berlari, pasti itu akan muncuk di benak anda. Alasannya sederhana, karena kedua airpod ini seakan-akan attached banget dengan charging case-nya. Kalau ngga nempel di kuping, ya masuk case-nya, dimana ada airpods, disitu ada charging case-nya. Jawaban buat pertanyaan diatas dan akhirnya memang benar adanya adalah ngga, charging case bisa aja ditinggalkan, kecuali memang ada potensi mau disimpan selama sesi larinya

Ini seperti bagian learning curve juga sih dalam memakai earphone model “buds”, yaitu earphone yang ngga ada tali penghubung antara sebelah kiri dan kanan. Beda dengan earphone dengan kabel (walaupun wireless), kalau ngga dipakai ya tinggal dikalungkan di leher aja kan. Memang pertanyaan selanjutnya, kalau nanti ngga mau dipakai mau dikalungkan dimana? Ya itu tadi, kalau memang straight forward seperti saya tadi, keluar rumah lanjut lari dan selesai masuk rumah lagi, buat apa bawa-bawa charging casenya? Lain halnya kalau habis lari, kita ada rencana mau ketemu temen-temen dan sarapan bareng ?! Disini juga lah Airpods memiliki keunggulan, yaitu ukuran charging casenya yang kecil banget, saya yakin kalaupun anda masukkan di running belt anda pun ngga akan menambah sesak dan bebannya sekalipun kan ? Mungkin anda hanya perlu membungkusnya dengan plastik kalau-kalau nanti saat lari anda akan berkeringat dan merembes kedalam running belt anda.

Memang pertanyaan selanjutnya, kalau nanti ngga mau dipakai mau dikalungkan dimana? Ya itu tadi, kalau memang straight forward seperti saya tadi, keluar rumah lanjut lari dan selesai masuk rumah lagi, buat apa bawa-bawa charging casenya?

Tinggalkan charging case di rumah, saya pun mulai berlari, ayo kita mulai review!

Ukuran dan fitting dikuping

Pengguna iPhone pasti tau Earpods, apa itu? Earpods adalah Airpods dengan kabel, alias earphone yang disertakan pada setiap pembelian iPhone yang masih menggunakan kabel dan masih memakai jack 3.5mm. Saya pernah membaca bahwa sepertinya ukuran Airpods ini sama dengan Earpods, walau ada yang bilang ukuran Airpods ini sedikit lebih besar dan bentuknya pun diimprove dari earpods.

Kalau anda pengguna Earpods, anda pasti setuju bahwa sedikit banyak earpods ini fittingnya juga bagus di telinga, ngga mudah terlepas juga. Sebelum era wireless pun saya mnggunakannya untuk berlari dan buat saya adalah fair enough dari sisi fit dan suaranya, mengingat ini adalah “earphone bawaan handphone” yaaa

Walaupun Earpods pun didesain khusus dan dibuat agar bisa digunakan dengan nyaman, Airpods sedikit berbeda, karena earphone ini bukan dan sejauh ini belum pernah masuk dalam paket penjualan Apple device manapun dan Apple sepertinya benar-benar mendesain Airpods ini lebih detail dibandingkan Earpods pendahulunya.

Kembali ke lari saya pagi ini.. 30 menit mix run antara easy warm up dengan slightly faster pace, apakah Airpods ini pernah lepas dari telinga saya ??

Jawabannya adalah..

Tidak.

Airpods sukses nyantol di kedua telinga saya! Sukses mengatasi gerakan kaki dan badan saya saat berlari dan gerakan wajah saya seperti saat melihat, bernapas, berbicara dan lainnya. Pada awalnya memang rasanya ini airpods koq seperti mau lepas aja ya dari telinga, tapi memang kelamaan saya jadi lupa kalau saya sedang menggunakan airpods.

Kalau ditanya mengenai kenyamanannya, ya seperti tulisan saya diatas, sampai lupa sedang pakai airpodsnya. Sebelumnya saya menggunakan Bose Soundsport Wireless, buat fittingnya bagus dan karena earphone nya tipe in-ear, karet earphonenya memang nempel ketat ke telinga, yang dalam pemakaian tertentu saya perlu melepas earphonenya untuk memberikan waktu telinga rileks sebelum menggunakannya lagi.

Ada pendapat di beberapa review bahwa kalau Airpods pas fitting nya di telinga anda, berarti memang fittingnya pas, dan sebaliknya kalau ngga pas, ya Airpodsnya berarti kurang pas di telinga anda. Dan di cerita saya ini, fittingnya pas, so yeah.. lucky me.

Kualitas suara dan isolasi

Di era dimana industri earphone sudah bergeser ke in-earphone dengan karet yang ukurannya bisa disesuaikan dengan ukuran kanal telinga kita demi mendapatkan suara yang “kedap” di dalam telinga kita, Airpods dijual ke pasaran dengan desain yang mirip dengan “earphone hadiah” kalau beli iPhone tanpa adanya karet whatsoever buat meningkatkan kualitas suaranya. Tapi percayalah, saya sendiri masih bingung bagaimana Airpods bisa menyajikan kualitas suara yang sedemikian rupa ke telinga saya dengan desain seperti itu. Dan pernyataan ini saya maksud saat saya berlari tadi ya.. Pagi tadi saya berlari di daerah Kuningan sekitar jam 7 dimana traffic sudah mulai ramai walaupun hari Sabtu. Saya menggunakan Spotify dengan streaming lagu berkualitas standar karena menggunakan data plan kan. Radio Playlist yang dibuka dengan lagu bertemakan electronic sukses memacu mood dan adrenalin saya saat berlari.

Berapa besar volume yang saya set tadi pagi, ini dia screenshotnya

Sekitar 75-80% sepertinya ya. Saat menggunakan Bose, volumenya juga kira-kira sama. In fact, itu sudah jadi “settingan standar” volume musik saya.

Suara yang dihasilkan dari Airpods ini karakternya balance, kaya dengan range suara dan memiliki karakter bas yang pas dan mendentam.. ya, believe me.. saya ini basshead, penggila bas kalau dengerin lagu, namun beberapa earphone yang saya tes dengan label “Xtra Bass” atau sejenisnya berakhir dengan karakter suara yang cenderung “mendem” dan muddy. Airpods ini bright dan ngebass, balance tapi powerful, jangan lupa volume yang saya gunakan diatas dan lingkungan saya lari tadi pagi.

Dari desainnya, sudah bisa dipastikan Airpods ini ngga punya noise cancelling ataupun isolation sama sekali. Namun untuk saya yang hobi berlari, itu ngga menjadi isu, bahkan Bose Soundsport Wireless pun memiliki desain yang mereka sebut dengan Stay Hear dimana memang Bose masih membiarkan kebocoran suara dari luar karena digunakan untuk berolahraga kan.

Kembali ke Airpods, saat berlari, saya masih bisa mendengar suara motor yang datang dari arah belakang saya, atau mobil yang membunyikan klakson dan lain sebagainya. Saya pribadi menyukai less isolation pada airpods ini, membuat saya tidak “terpisah” dengan dunia luar dengan ketiadaan suara lingkungan. Yang unik, kalau kita sedang di lingkungan yang relatif sepi, suara yang dihasilkan Airpods ini bisa memenuhi telinga kita lho!

Kontrol dan “Hey Siri”?

Ini adalah bagian yang tidak bisa saya banyak ceritakan, bahkan saya juga baru tahu tadi ternyata Siri pun tidak saya aktifkan di iPhone, hahaha

Tadi sih hanya bermain-main sebentar aja dengan fitur ini, kalau anda memang pengguna aktif fitur Siri ini, mungkin nanti bisa di-share pengalaman menggunakan fitur andalan Airpods ini.

Kelebihan lainnya

Ada satu kelebihan Airpods ini saat saya lari pagi tadi. Airpods ini tidak “memantulkan” suara langkah saya saat berlari.. Tau kan, suara “tap…tap…tap…tap…” yang berasa ke kuping. Mungkin karena Airpods tidak kedap, maka rambatan suara dari badan kita tidak sekuat in-earphone ya. Tapi buat saya cukup nyaman karena lari saya terasa lebih alami seperti tidak menggunakan earphone.

Kesimpulan

Seperti beberapa review yang saya baca dan tonton di internet, Airpods memang ideal untuk dipakai berlari, kering maupun keringat, jogging hingga pace yang menantang, kedua airpod tersebut mampu menghadirkan suara yang kaya di telinga anda dengan tetap menghubungkan anda dengan lingkungan sekitar anda bahkan akhirnya anda lupa sedang mendengarkan musik lewat earphone!

Semoga review ini bermanfaat, kalaupun nanti saya merasakan hal yang berbeda dengan apa yang saya tulis, saya akan dengan senang hati membuat dan update lewat post lainnya. Airpods 2 yang saya miliki, saya beli dengan dana pribadi tanpa adanya permintaan dari pihak manapun untuk melakukan review yang tendensius dalam bentuk apapun.

Bahasa kerennya, ini “review jujur” laaaah..

Oiya, cek juga pengalaman lari saya setelah rest 3 hari untuk mengobati injury kaki saya yaaa!