Sehari-hari

What’s on my bag

Mau tahu isi tas yang saya bawa sehari-hari saat di Jakarta dan bagaimana saya menggunakan isinya ?

Kenapa post ini saya tulis
Ok, buat anda yang gemar menonton Youtube,terutama yang mengikuti Tech & gadget VLogger dan mungkin juga seputar fotografi, pasti sudah awam dengan beberapa video mereka yang bertajuk What’s on my Bag? ini.
Karena dasar dari tulisan saya ini adalah karena kebiasaan vlogger-vlogger yang saya tahu dari luar negri, saya akan jelaskan dulu kenapa mereka melakukan hal ini. Tujuannya agar anda tidak salah memahami intensi dari share saya kali ini.
Jadi begini, pengertian saya, teman-teman kita di belahan dunia barat sana, terutama yang berkutat di teknologi dan gadget itu cenderung dinamis namun sistematis. Istilahnya, bisa jadi saat ini mereka menggunakan handphone merk A, kemudian beberapa hari kemudian mereka ganti dengan merk B, akan tetapi sistematika penggunaan handphonenya akan sama saja.
Sistematika ini akan terefleksi juga dengan bagaimana mereka mengisi tas mereka untuk kegiatan mereka sehari-hari. Lebih jauh lagi, isi tas mereka masing-masing akan mendeskripsikan workflow dari apa yang mereka lakukan!
Dengan pengertian ini, saya berharap anda tidak terpaku dengan merk atau tipe apapun yang ada di dalam tas saya, namun lebih memahami cara mengisi tas saya ini dan bagaimana saya menggunakan satu persatu isinya dalam satu atau dua kegiatan saya.

Isi tas saya
Jadi tanpa basa basi, ini dia foto tas dan isinya untuk saat ini… *drumroll

Saya akan bahas satu persatu, fungsinya dan kenapa saya menggunakannya. Ohya, sebelum cerita lebih lanjut, pertama kali saya akan menjelaskan bahwa ini adalah tas yang saya bawa sehari-hari. Karena pada umumnya saya tidak bekerja formal saat di rumah, saya tidak membawa tas yang lebih besar seperti ransel. Tas ini lebih menjadi bawaan sehari-hari untuk kegiatan non formal lah, lebih kepada untuk hobi dan daily driver.

Timbuk2 Medium Sling Bag
Ini dia daily bag saya yang baru saya miliki beberapa bulan lalu. Sebelum ini saya menggunakan messenger bag Tumi yang sebenarnya lebih fleksibel, namun saya lebih menyukai Timbuk2 ini karena tasnya memiliki kompartmen khusus untuk tablet (ya, bukan laptop ya) dan ruang tas yang cukup besar namun tidak menyisakan banyak ruang kosong untuk kebutuhan saya.
Sesuai namanya, tas ini bukanlah messenger bag namun adalah sling bag. Sepintas memang kelihatan seperti messenger bag, namun bisa dilihat lebih dekat, letak “tali tas” nya lebih berada di sisi dalam seperti sling bag dibandingkan dengan messenger bag. Saya pribadi sangat menyukai posisi tas ini kalau sedang dipakai, ngga umum dan looks foreign istilahnya!
Tas ini hanya memiliki satu tablet kompartmen, ruang tas utama serta dua kantong tanpa penutup plus satu kantong dengan ritleting di bagian dalam. Bagian flap tasnya dilipat kedepan dan menempel dengan menggunakan velcro. Saya menyediakan velcro tambahan yang selalu saya letakkan di tas, kalau-kalau saya harus membawa isi yang berlebih dan berat

iPad Pro 11 inch dan aksesorisnya
Ngga perlu saya ceritakan lagi soal yang satu ini. IPad Pro ini sukses menjadi salah satu productivity tool saya saat ini. In fact, post ini dan hampir semua post di blog ini saya buat dengan menggunakan iPad Pro ini.
Satu yang perlu saya highlight mengenai iPad Pro ini, saat digabungkan dengan Apple Smart Keyboard Folio dan Apple Pencilnya adalah it’s all about portability dan betapa instantnya semua yang bisa saya lakukan dengan iPad ini.
Bahkan untuk menggunakan keyboard ini pun cukup tempelkan iPadnya secara magnetik, buka covernya dan saya siap mengetik. Tidak perlu pusing soal baterai, koneksi atau apapun lainnya
Begitu pula dengan Apple Pencil, asal berada di dekat iPadnya, dia akan selalu terhubung dan siap digunakan kapan saja. Pengisian baterainya pun dilakukan dengan menggunakan koneksi magnet di sisi kanan iPadnya.
Keputusan saya untuk meninggalkan Macbook Pro untuk iPad ini, paling tidak untuk keperluan saya, sangatlah tergantikan.

Western Digital My Passport Wireless Pro
Yang ini mungkin ngga umum di telinga anda, tapi ini memang eksternal harddisk yang bisa terkoneksi dengan iPad dan perangkat lainnya secara wireless menggunakan built in Wifi yang ada di dalam perangkatnya.
Alasan saya menggunakan ini sederhana, karena iPad Pro saya hanya berkapasitas 64GB. Kalau saya mau mulai mengedit video, dan menyimpan foto, kapasitas 64 giga akan terasa sesak dalam waktu kurang dari setahun. Selain itu, harddisk ini juga bisa saya gunakan untuk membackup foto-foto iPhone saya. Jadi cukup satu harddisk untuk keperluan data storage saya hingga beberapa tahun kedepan, mengingat kapasitasnya adalah 2 TB.
Salah satu kelebihan lainnya adalah My Passport Wireless Pro ini memiliki slot SD card dan bisa membaca dan menyalin file dari sana, secara otomatis maupun manual satu persatu. Jadi kalau saya harus memindahkan foto-foto dari kamera digital manapun, saya cukup memasukkan SD Cardnya saja ke slot tersebut, tanpa perlu adanya laptop atau komputer!

Airpods 2
Salah satu barang yang saya beli setelah melakukan survey dan perbandingan dengan produk earphone lainnya di pasaran. Airpods sangat unggul dari sisi dimensi casingnya yang kecil serta mudah dipasangkan dengan iPhone dan iPad saya.
Karena saya bukan orang yang suka membawa power bank, case dengan kapasitas baterai yang besar ini membuat saya yakin, Airpods saya ini ngga akan pernah kehabisan baterai. Yang perlu saya lakukan hanya berurusan dengan kabel chargernya saat sampai di rumah saja.

Lainnya

Lightning dan USB C cable
Ini sih saya harus bawa karena ya untuk jaga-jaga saja, sama juga biar ngga terselip di tempat lain yang kemungkinan bisa saya lupa. Jadi saat saya mau mengisi entah iPhone, Airpods atau iPad saya, tinggal keluarkan dari saku kiri tas saya, dan disana mereka selalu ada.

Ray Ban Wayfarer
All hail Ray Ban! Siapa yang ngga tau tipe Ray Ban yang paling populer ini?! Ya, sejak pertama kali saya lihat, Wayfarer langsung menjadi favorit saya dan kaca mata hitam ini sudah setia menemani saya hampir 4 tahun.

Jadi itu dia isi tas saya dan barang-barang yang selalu saya bawa kemana-mana. Bisa saja saya sedang jalan-jalan kemudian duduk di Starbucks, yang tinggal saya lakukan adalah mengeluarkan iPad saya dan mulai kreatif dengannya. Atau saat saya harus membantu teman saya memotret event, saya hanya perlu mengeluarkan wireless harddisk untuk memasukkan SD Cardnya dan kemudian editing dan post-processing saya lakukan di iPad saya juga. Simpel praktis dan one bag to rule them all…hahaha

Semoga sharing saya ini berkenan dan bisa menginspirasi anda dalam hal apapun. Salam!

%d bloggers like this: