lari

Day – 10 #17dayschallenge

Hari kesepuluh..! Ngga kerasa udah lewat setengah jalan saya menantang diri saya untuk aktif bergerak selama 17 hari ini.

Oiya, mungkin anda tidak sadar kalau post ini saya tulis di blog post ini dan bukan di kenapasayalari.wordpress.com

Alasannya adalah selain saya bercerita mengenai apa yang saya lakukan di hari kesepuluh ini, saya akan membagikan apa yang terjadi di hari kesepuluh ini mengenai “tantangan” hidup aktif saya ini. So here goes..

Pagi harinya

Ngga ada yang spesial dengan pagi harinya, saya cukup tidur dan istirahat, bangun pagi dengan badan yang relatif segar dan siap untuk beraktifitas seperti biasanya. Selain itu, ini kan hari Minggu, jadi sorenya saya bisa pulang lebih awal pukul 5 untuk berolah raga.

Rencananya adalah saya akan lari sore, mungkin 1 jam atau 10K plus kalau ngga seperti minggu kemarin.

Siang harinya

Yang biasanya hari Minggu adalah hari yang entah kenapa walaupun disini pun terasa lebih lengang, it turned out saya cukup packed terutama sore harinya karena ada meeting yang harus saya hadiri.

Pada dasarnya, undangan meetingnya sendiri sudah pas banget durasinya, pukul setengah empat sampai jam lima sore. Jadi sorenya pun saya meninggalkan kantor dengan membawa semua tas saya agar tidak kembali lagi ke kantor kan. Hingga saat ini pun saya masih semangat dan benar-benar siap buat lari sore nanti.

Pada akhirnya

Yang terjadi adalah meetingnya lebih lama dari yang saya harapkan, bahkan selesai hingga pukul enam sore! Saya bahkan sudah “terlambat” satu jam dari jadwal lari saya tadinya..

Setelah meeting bubar jam enam, saya segera bergegas kembali ke kamar dan berganti pakaian dan akhirnya treadmill selama 30 menit karena setelah itu saya harus bersiap-siap untuk pergi beribadah.

Selama treadmill, saya mencoba untuk berlari di pace 6:20an ke 6:00, sambil tetap fokus kepada posisi kaki kanan saya. Selama berlari sih saya bisa menapak dengan baik dan makin kesini makin terasa kalau kaki saya sudah lebih kuat.

Selain itu, strength training yang saya lakukan (seperti biasa) membuat upper body dan core saya lebih mengunci dan tidak mudah lelah. Salah satu 30 menit treadmill terbaik setelah saya recover dari injury kaki saya!

Jadi apa intinya

Kalau melihat cerita saya diatas, anda bisa melihat bahwa banyak sekali alasan untuk melewatkan sesi olahraga di hari kesepuluh ini.

Sesederhana bahwa hari ini saya sudah lelah karena baru saja mengikuti meeting, waktu yang terlalu mepet kalau dipaksa lari hingga “besok toh masih ada”

Ini soal mindset..

Jadi saat saya keluar dari ruang meeting sore hari jam enam tadi, mindset yang saya tanamkan adalah “kalau 30 menit seharusnya masih bisa treadmill”. Tanpa sadar, pikiran saya sudah men-drive saya untuk mencari celah agar bisa berlari, agar bisa commit dengan rencana saya semaksimal mungkin. Ternyata, sembilan hari kebelakang sudah berhasil merubah keinginan saya untuk aktif bergerak. Lebih dari sekedar ganti pakaian dan turun ke gym, hal ini sudah menjadi suatu “normal” yang baru untuk keseharian saya, dan saya seperti merasa harus memenuhinya!

Yang pasti, setelah mesin treadmillnya berhenti, saya sangat bahagia karena sudah bisa mengalokasikan waktu saya untuk treadmill ini.

Jadi, jangan mudah percaya kalau berusaha berolahraga rutin itu hal yang sulit, saya pribadi sudah mencobanya dan akhirnya kebutuhan saya untuk olahraga itu sudah sama porsinya seperti saya harus makan siang pada jam tertentu.

Apakah anda bisa seperti ini ? Tentu bisa dong.. dan jangan tunggu besok atau lusa yaaaa

About BangKei

A professional worker who loves to enjoy life through running and other active lifestyle. Enjoy drinking coffee and one of Apple Fanboy fo'real! Doesn't want to think anything too much, life is simple if you know how to be grateful!

%d bloggers like this: