Sehari-hari

TOKOPEDIA dan revolusi belanja

Pembukaan
Siapa yang belum pernah belanja online ? Saya rasa hampir semua orang yang memiliki telepon selular dengan koneksi internet sudah awam melakukan transaksi online.
Tidak punya media pembayaran online banking ? Tenang, hampir semua gerai mini market di kota besar bisa memfasilitasi pembayaran transaksi online anda!
Dari semua “olshop” alias online shop yang ada di internet saat ini khususnya di Indonesia, Tokopedia adalah online shop yang selalu saya gunakan untuk berbelanja online, apapun komoditinya. Kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai Tokopedia dan pendapat saya mengenai salah satu online shop terbesar di Indonesia saat ini.

Sebelum Tokopedia
Flashback ke tahun 2000-an, tepatnya sekitar tahun 2006 hingga awal 2010, tebak coba dimana orang umumnya mencari barang untuk dijual atau beli secara online ?
Kaskus!
Siapa yang tidak kenal situs internet yang satu ini? Mungkin sampai saat ini pun masih banyak member “Kaskuser” yang aktif disana untuk keperluan apapun.
Saya sangat menggunakan Kaskus saat itu untuk berbelanja online. Mungkin saat itu belum bisa dibilang belanja online ya, karena yang online kan hanya listing alias etalase barangnya. Istilahnya, mencari barangnya memang online lewat internet di Kaskus, tapi saat kita deal akan bertransaksi, pertukaran uangnya tidak terjadi di situs Kaskusnya, tetapi menggunakan media konvensional seperti transfer bank ataupun COD (Cash on Delivery).
Salah satu media transaksi yang sempat populer saat itu juga ada yang namanya “rekber” alias rekening bersama, jadi misalnya si A akan membeli laptop dari si B, “aturan main” yang berlaku di Kaskus adalah si A akan melakukan pembayaran dulu lewat transfer bank, setelah si B memverifikasi uang diterima, barukan laptop dikirim si B dan diinformasikan nomor resi pengirimannya.
Tentunya, metode ini ya “ngeri-ngeri sedap” untuk pihak pembelinya ya, uang sudah melayang sedangkan barang belum diterima. Mau COD, kalau memang pas waktunya oke lah, kalau ngga ? Ya metode kepercayaan ini yang jadi andalan. Nah, disinilah konsep rekening bersama muncul. Dari si A & B tadi, setelah sepakat deal, A tidak akan mentransfer uang ke B langsung, tetapi “dititipkan” di C selaku pemilik rekening bersama. Disini, si C akan memberitahukan si B kalau uang sudah dia pegang dan silahkan mengirim barangnya ke si A. Kemudian setelah si A konfirmasi menerima laptopnya dan setelah dicek tidak ada komplain, si C barulah meneruskan uang tadi ke si B.
Oiya, untuk jasa rekening bersama ini, biasanya mereka membebankan nilai tertentu, antara lima ribu hingga sepuluh ribu atau menggunakan persentase dari nilai transaksi apabila jumlahnya besar.

Tentunya, metode ini ya “ngeri-ngeri sedap” untuk pihak pembelinya ya, uang sudah melayang sedangkan barang belum diterima.

Itu dia keunikan masa lalu, dan saya juga jalani saat menggunakan Kaskus FJB (Forum Jual Beli) sebagai media belanja online. Dibilang seru, ya seru banget, karena sebenarnya saat saya membeli atau menjual barang lewat Kaskus ini, saya juga mengasah feeling dan intuisi saya lho.. Koq bisa ? Jelas dong, misalnya saya akan membeli laptop dari si Badu, saya akan sebanyak mungkin mencari tahu tentang si Badu ini di Kaskus, misalnya apakah dia sudah sering menjual laptop atau barang lainnya, apakah dia aktif di forum-forum diskusi, bagaimana dia merespon diskusi saya lewat kaskus maupun chat. Jadi sebenarnya dengan belanja lewat Kaskus ini, aspek kepekaan sosial saya seperti terasah dan lebih peka.
Salah satu metode yang relatif aman sebenarnya adalah COD atau ketemu langsung, walaupun ini hanya “relatif” aman ya, karena seingat saya, dulu sempat beredar cerita-cerita modus penipuan dan kriminalitas lewat cara ketemu langsung ini. kembali, kalau menurut saya ya kepekaan sosial terhadap orang yang akan kita temui itu lah yang memang harus diasah.

Kenapa Tokopedia berbeda dengan yang sebelumnya
Saya masih inget di awal-awal Tokopedia mulai diperkenalkan ke publik, yang paling mencuri perhatians saya sebenarnya adalah fasilitas escrow-nya alias “rekening bersama”nya, karena ya tau sendiri kan jaman makin kesini (walau saat itu) kan makin rentan dengan penipuan, dan fasilitas escrow ini lah yang menarik perhatian saya untuk mulai menggunakan Tokopedia.
Yang berbeda (saat itu) dibandingkan dengan online shop lainnya seingat saya adalah karena Tokopedia merupakan Etalase Online dari pedagang yang ada di.. well, practically dimanapun di Indonesia ya..
Kalau saya ngga salah, awalnya itu kan rivalnya Tokopedia adalah Blibli.com dan Elevenia, dimana konsep keduanya masih seperti online shop yang barangnya dijual lewat mereka, bukan merchant atau penjualnya.
Kalau buat saya, menggunakan Tokopedia saat itu seperti menggunakan Kaskus FJB dengan versi yang lebih aman. Saya bisa chat dengan penjualnya, menanyakan apakah bisa dikirim hari ini atau besok dan lain sebagainya. Mungkin saat itu juga belum ada yang namanya “admin tokped” kali ya, jadi masih dihandle sama pemilik toko online nya langsung.
Konsep ini yang pada akhirnya digunakan juga oleh online shop lainnya ya, hanya saja seperti JDiD masih menjual barang lewat mereka ataupun lewat merchant (cmiiw)

Selanjutnya apa?
Untuk saya, Tokopedia sudah menjadi icon belanja online di Indonesia. Saya sering saja mendengar teman-teman saya lebih mengidentikkan online shopping dengan Tokopedia, misalnya dengan nyeletuk “woy, jangan kerja buka tokopedia melulu” dan kalimat yang mirip dengan itu..hehe
Saat ini pun, membuka Tokopedia sudah seperti membuka aplikasi belanja yang lengkap, bertema dan banyak promo dan lainnya. Kalau ini sih pinter-pinternya kita aja cek harga maupun “toko sebelah” kalau perlu kan.
Integrasinya dengan instant courier, kartu kredit, kredit online dan metode pembayaran lainnya seperti Ovo memang semakin mengepung saya dan kita sebagai kostumer. Akuilah kalau membuka aplikasi Tokopedia tuh rasanya seperti masuk ke mal super lengkap dengan penawaran yang beragam kan?!
Tokopedia benar-benar merubah cara saya berbelanja, walaupun tetap saja ada beberapa komoditi yang lebih baik dibeli langsung ke toko fisiknya. Namun kenyamanan dan kecepatan transaksi plus fitur keamanannya sudah lebih dari cukup untuk membuat saya rutin membuka aplikasinya setiap hari.

Jadi, sudah cek Flash Sale sore ini???

About BangKei

A professional worker who loves to enjoy life through running and other active lifestyle. Enjoy drinking coffee and one of Apple Fanboy fo'real! Doesn't want to think anything too much, life is simple if you know how to be grateful!

%d bloggers like this: