Diet dan bagaimana saya menjalaninya dengan penuh kegembiraan

Tentang diet
Siapa yang dalam hidupnya tidak pernah terpikir untuk diet ? Ya pasti ada sih.. kalau anda beruntung terlahir dengan metabolisme badan yang bagus, bentuk tubuh yang mesomorph alias atletis, anda mungkin adalah orang yang biasa disebut “perutnya ada cacingnya” karena makan apa saja ngga bakal gemuk..
Tapi saat ini saya ngga akan membahas masalah cacing dan metabolisme (mungkin sebagian akan terkait sih.. ya bukan yang cacing, tapi metabolisme..) tapi lebih kepada diet.
Bicara soal diet, umumnya kata ini akan berada pada rangkaian kalimat ini..

eh, lu kayanya perlu diet deh.. terakhir lu beli jeans ukurannya bukan segitu kan?


aduh, badan mulai begah nih.. oke deh besok gue mulai diet


pokoknya bapak mulai besok harus mulai diet, kalau ngga nanti bapak kolesterolnya makin tinggi bisa kena stroke…

Kedengeran familiar kan ? Kata diet memang selalu bersanding dengan kata gemuk, ukuran celana, kolesterol tinggi, sakit jantung dan masih banyak lagi kalimat-kalimat negatif dan menakutkan yang membuat melakukan diet itu seperti hukuman dalam hidup anda.

Yang seharusnya ngga begitu, kalau kita melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Mau tau apa itu ? Saya akan ceritakan dulu bagaimana saya merubah perspektif ini hingga nanti anda akan lebih mudah memahami dan melakukannya juga seperti yang pernah saya lakukan

Diet yang pernah saya lakukan
Saya bukan termasuk diantara orang-orang yang beruntung memiliki cacing di perutnya (maaf bercanda yaah), sebaliknya, saya adalah orang yang terlahir dengan kebiasaan makan yang luar biasa!
Sejak kecil hingga saat ini, saya dikenal sebagai penggila mie, mulai dari bakmi pinggir jalan sampai Indomie pakai telor. Ini tentunya membentuk pola makan saya untuk jenis makanan lainnya. Dari kecil, saya tidak pernah dikenal sebagai anak yang memiliki badan yang kurus atau atletis. Bahkan “saat terbaik” dalam hidup saya adalah saat saya bisa mencapai berat 92kg dengan tinggi 175cm!
Dengan perbandingan tinggi dan berat yang tidak pernah ideal itu lah akirnya saya mulai mencoba untuk menjalani yang namanya diet, secara intensif sejak 2013 ketika saya mulai berlari secara rutin. Seingat saya ada beberapa cara diet atau metode diet yang pernah saya coba seperti di bawah ini:

dr Atkins diet
Ini adalah metode diet dimana kita tidak memakan nasi atau sumber karbohidrat tinggi, kalau ngga salah metode ini juga disebut sebagai Tiger Diet selayaknya harimau yang hanya memakan daging saja. Saya sempat jalani ini dan percayalah awalnya itu namanya kepala dan tengkuk di minggu-minggu pertama itu nyeri karena asupan gula yang berkurang, apalagi sambil saya mencoba rutin lari.

OCD by Dedi Corbuzier
Ini metode diet yang sempat booming di sekitar tahun 2014-2015 kalau ngga salah. Dedi sendiri mengeluarkan buku untuk menjalani diet OCD ini, dan dia memang membuktikannya sendiri.
OCD diet secara umum adalah metode diet dimana kita cukup menghilangkan sarapan pagi, kemudian siang harinya kita bisa makan sesuka kita. Jadi badan kita mengambil kesempatan dari sejak makan malam ke makan siang sebagai momentum untuk memangkas lemak, dan siangnya kebutuhan kalorinya ditambah kembali dengan makan siang yang katanya bisa bebas-bebas aja, walaupun saat saya jalani akhirnya secara psikologis kita akan “merasa sayang” juga lama-kelamaan buat makan siang balas dendam.
Untuk saya, OCD ini termasuk metode yang doable di Indonesia mengingat metode ini tidak membatasi kita dari memakan nasi yang merupakan makanan pokok kan.

Keto diet
Kalau ini adalah metode diet yang sempat booming di dua tahun belakangan. Konsepnya kalau menurut saya mirip dengan dr Atkins diet, namun kelihatannya Ketodiet ini lebih spesifik dan ekstrim karena kalau dr. Atkins lebih menekankan kepada kurang atau tidak mengkonsumsi karbohidrat, sedangkan Ketodiet hanya membolehkan badan untuk diisi dengan protein saja. Jadi tubuh kita dipaksa untuk berada hingga pada kondisi *ketosis* baru selanjutnya tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber tenaga termasuk saat berolah raga.

Diet makan 5 kali sehari
Pasti bingung kan, koq diet malah jadi lebih banyak makannya ? Mau dong diajarin.. begitu bukan ? Ya sebenarnya memang lebih banyak makanannya tapi tidak sesederhana itu.
Kalau OCD menganjurkan kita untuk melewatkan makan pagi agar badan membakar lemak untuk sumber energi, diet 5 kali sehari ini memiliki konsep bahwa kebutuhan kalori atau energi kita kalau mau disuplai dengan kondisi minimum, harus diberikan secara kontinyu sepanjang hari agar tubuh tidak masuk ke mode lapar dan malah menjadi lambat membakar kalori.
Dengan mengatakan 5 kali ini ya bukannya makan 5 piring nasi atau lontong sayur yaah, tapi terdiri dari satu sarapan minimalis dengan roti selai, satu snack kecil pada jam 9 – 10, makan siang dengan porsi terkontrol komposisi antara karbo, protein dan serat, kemudian dilanjutkan dengan snack pada jam 3an dan ditutup dengan makan malam minimalis sebelum jam 8. Untuk saya saat itu cukup fair dan ini lebih bisa dinikmati dibanding dengan metode lainnya diatas

Metode ala-ala sendiri
Kalau ini anggap aja ekstra bonus informasi, karena ya ini mode diet yang saya karang sendri yaitu makan dalam porsi yang kecil pagi siang malam dan ngemil kalau memang perlu dalam porsi yang minimal. Sebisa mungkin juga mengurangi karbohidrat, tapi ya kentang goreng tetap akan saya makan..
Mungkin yang ini jangan diikuti lah, karena ini seperti metode diet yang hanya bisa cocok buat saya saja, setelah membanding-bandingkan metode-metode yang pernah saya jalani.

Mana yang terbaik
Bagi saya, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ini bukannya jawaban males mikir ya, tapi petunjuknya buat anda adalah coba liat mana yang paling memungkinkan anda jalani untuk waktu yang lama dan bisa anda jadikan kebiasaan.
Ini juga menjadi kata kunci dalam berdiet, yaitu jadikan diet sebagai kebiasaan hidup anda yang baru. Awalnya akan agak sulit, karena alam bawah sadar kita akan duluan memahami diet sebagai *hukuman* dan bukan *imbalan*, sehingga saat badan berada pada kondisi lapar atau nyeri kepala karena penyesuaian gula darah, anda tidak sedang merasa dihukum, namun sedang menjalani momen untuk menjadi lebih baik, momen seperti kepompong ulat yang akan menjadi kupu-kupu.
Saat saya sudah bisa memutuskan bahwa merubah pola makan alias diet ini memang membawa manfaat untuk diri saya, porsi makan saya walaupun sedikit ya tetap akan terasa cukup. Oiya, tubuh kita ini memang ciptaan Tuhan yang sempurna yang memiliki kemampuan adaptatif yang sangat tinggi. Jadi, kalau anda hari ini mulai makan nasi sekepal dan masih terasa lapar, percayalah dalam 2 – 3 hari kedepan itu akan menjadi porsi cukup anda yang baru.

Tips untuk diet, mindset diet
Seperti yang sudah saya ceritakan diatas, melakukan diet sebenarnya bukan mengurangi porsi makan, tapi merubah pola makan anda. Kalau anda tetap terjebak dalam paradigma bahwa diet adalah hukuman dan membuat anda terbeban saat jarum jam mendekati angka 12 siang atau 7 malam, itu tidak akan sustain alias bertahan lama.
Saya akan menyarankan mulai dari dua cara sederhana ini:
– kurangi porsi makan
– Selalu makan di waktu yang sama
– Mulai dengan pola 5 kali sehari
Satu lagi, tubuh kita walaupun pada dasarnya sama, namun memiliki keunikannya masing-masing. Contohnya saya yang sangat peka sama yang namanya nasi, makan sedikit, melar tuh perut. Sedangkan lain dengan teman saya yang bisa kurus tanpa olahraga walaupun makan nasi siang dan malam. Dengan memulai tiga pendekatan diatas, mulai kenali tubuh anda, makanan mana yang membuat anda cepat begah atau malah bikin melar dan mulai hindari atau perkecil porsinya.
Oke, semoga cerita saya diatas ini bisa memberikan pandangan baru mengenai diet dan bagaiamana cara menjalaninya agar bisa awet dan menjadi hal yang menyenangkan untuk dijalani

AYODIET!!