Starbucks Card.. maaf tidak terima kartu kredit lagi

Pada dasarnya, saya bukan penggila Starbucks, saya pernah menulis tentang perkenalan saya dengan Starbucks, dan bagiamana akhirnya kami menjadi sahabat dekat (yaelah…)

Yang mau saya ceritakan cepat adalah mengenai Starbucks Card. Kartu milik Starbucks ini adalah seperti kartu untuk pembayaran cashless, yang memiliki loyalty points juga yang bisa dikumpulkan untuk ditukar dengan brbagai penawaran seperti free drinks, beverages, buy 1 get 1 dan sebainya. Awalnya saya beli kartu ini lebih kepada karena saya akan sering membeli kopi biji Starbucks setiap saat akan dinas.

Untuk satu kantong kopi, saya harus membayar rata-rata 90ribuan, belum kalau membeli yang limited release akan lebih mahal. Agar kartunya bisa digunakan untuk transaksi cashless, saya biasanya top up kartu Starbucks ini dengan kartu kredit, yang seingat saya memang metode satu-satunya (maaf, ini saya lupa, karena menu di aplikasinya kan sudah berubah). Bulan kemarin saya masih melakukan top up dengan kartu kredit saya, hingga siang ini saya menemukan menu top up-nya sudah berubah..

Tampilan menu pembayaran Starbucks Card

Setelah saya memiliki nominal isi ulang yang diinginkan, antara 100K hingga 400K, biasanya saya akan dibawa ke menu pembayaran ala kartu kredit yang 3D Secure itu, namun kali ini tampilannya kali ini akan membawa saya kepada pilihan pembayaran seperti Tokopedia, bisa pilih banknya dan seterusnya.

Saya sih sebenernya seneng aja bisa membayar top up dengan kartu kredit, toh kalau mau lewat debit bisa saya lakukan lewat kounter saat membeli makanan, dan akhirnya tadi ya saya top up di kounternya deh.

Semoga informasi ini bermanfaat buat anda yang menggunakan Starbucks Card dan sudah terbiasa top up lewat kartu kredit.. maaf pak, udah ngga berlaku lagi…