Bicara soal FO di Bandung

Siapa yang pernah ke Bandung dan ngga tau apa itu FO?

FO kepanjangan dari Factory Outlet, kalau dalam bahasa Indonesianya itu apa ya? Mungkin “outlet sisa pabrik” kali yah. Kalau ditanya sudah sejak kapan ada FO di Bandung, seingat saya sejak saya SMP di tahun 1993an mungkin ya sudah mulai dibuka beberapa FO disana.

Sebelum jaman FO, kalau saya pergi ke Bandung dengan keluarga (pasti lah, kan masih SMP), salah satu lokasi belanja yang juga pasti jadi kewajiban turis domestik saat itu adalah Cihampelas, yang khas dengan celana jeans. Saya masih inget banget, seakan-akan kalau mau beli jeans bagus dan terkini, ya pergi ke Cihampelas. Dijamin juga kita akan dapatkan celana tersebut dengan harga yang lebih murah!

Nah, Setelah FO mulai, komoditi atau variasi produk yang ditawarkan mulai beragam, tidak lagi sekedar celana jeans tapi mulai mempertimbangkan merk, karena memang “kelebihan” Factory Outlet adalah mereka menjual barang sisa pabrik yang sebenarnya adalah barang yang ditolak untuk dipasarkan karena kondisinya yang tidak sempurna alias ada cacat produksinya. Namun karena ini bicara produk dari merk yang terkenal, otomatis cacat produksi yang dimaksud disini bukan kerusakan seperti sobek besar atau ngga ada retsletingnya.. mungkin hanya jahitannya agak miring, kancingnya kurang satu dan kerusakan minim seperti itu sudah cukup untuk menjadikannya produk cacat pabrik.

Dan dengan harga jual kembali di FO yang menggiurkan yang bisa sampai separuh harganya bahkan lebih murah lagi, siapa yang tidak tergiur untuk memborong barang yang ada di Outlet saat berkunjung ke Bandung kan?!

Saya juga ingat kalau pernah ada masanya dimana kota Bandung sempat identik dengan istilah “wisata FO” karena memang yang namanya FO itu hampir bisa ditemui di pinggir jalan-jalan utama bahkan ke dalam jalan kecil sekalipun. Masyarakat benar-benar datang berbondong-bondong khusus untuk belanja di FO saja, dan kabar ini pun terdengar hingga keluar pulau bahkan luar negri lho!

Bicara soal produk yang dijual di FO, saya juga selalu menyempatkan diri untuk mampir kesana dan melihat kalau-kalau ada pakaian atau produk garmen lainnya yang kebetulan cocok untuk dibawa pulang. Oiya, satu ciri khas barang yang dijual di FO adalah labelnya biasanya disobek atau dicoret dengan spidol. itu kali ya penanda bahwa produk tersebut cacat pabrik. Beberapa produk yang suka saya beli kalau mengunjungi FO misalnya kemeja-kemeja Levi’s, kaos merk Superdry atau bahkan Ben Sherman.

Akan tetapi, saya melihat ada yang agak berbeda pada saat saya mengunjungi Bandung minggu kemarin dan mengunjungi beberapa FO di sekitar Dago dan Setiabudi.

Jadi begini..

Kenapa saya tidak keberatan membeli pakaian di FO adalah karena dengan cacat pabrik yang minimal dan bahkan tidak kasat mata, saya bisa memiliki pakaian-pakaian dari merk diatas dengan harga yang jauh lebih murah. Bagi saya, merk bagus akan sebanding dengan kualitas yang bagus juga kan?! Jadi, saya juga membeli kualitas saat saya berbelanja produk-produk tersebut.

Saat saya pergi ke Bandung kemarin, saya menyadari bahwa kebanyakan produk pakaian yang dijual saat ini koq sepertinya bukan tipikal kategori barang FO yang saya tau seperti diatas ya?! Labelnya nampak baru, bahkan beberapa nampak bukan label (maaf) genuine (bisa lah saya bedakan tag label Nike atau Adidas jelek-jelek begini..hehehe). Kalaupun itu adalah kaos sablon, antara satu “merk” dengan lainnya nampak seragam sablonnya, yaitu sablon rubber umum.

Ada apa ini ya ??

Jujur, saya dua hari menyambangi hampir 5 FO dan berakhir dengan tidak membeli apapun! Soal kisaran harga, saya lumayan tau harga yang pantas buat kaos Superdry, dan yang pasti bukan 175 ribuan. Apalagi kaos Bathing Ape ataupun Supreme kan?! Dan akhirnya saya hanya berbelanja di Factory Outlet Adidas dan Nike.. lebih mahal ? Pasti, tapi saya dapatkan kualitas yang saya inginkan dari produk original kan?!

Jadi apakah produk Superdry atau Bathing Ape diatas itu jelek ?? Jawaban saya, untuk kisaran harga jualnya, harusnya bagus dan sesuai. Tapi kembali, konsep Factory Outlet sebenarnya lah yang tidak saya temukan saat ini di Bandung. FO di Bandung sepertinya tidak lagi menjual produk “cacat pabrik” seperti dulu, namun menjual produk konveksi lokal Bandung, yang memang yaaaa.. bisa dijual dengan rentang harga yang lebih terjangkau secara umum. Saya jadi teringat ada masanya memang harga kaos di FO sudah hampir tidak terjangkau dan akhirnya saya lebih banyak berbelanja di Distro ketimbang FO.

Well, its a win-win solution buat “toke” pemilik FO ya sepertinya. Namun buat saya pribadi, ya mungkin pergi ke FO hanya menjadi kewajiban kebiasaan saja jadinya. Untuk sementara saya ngga akan berharap lebih bisa mendapatkan produk-produk impor yang bermerk dengan harga yang lebih murah dibanding harga retail aselinya.

Maaf kalau opini saya ini ada yang salah, silahkan tuliskan masukan anda di kolom komentar, bagaimana menurut anda tentang FO Bandung saat ini.