aksesoris Tulisan bebas

Kisah si talang air

Ini bukan talang yang ada di rumah yang saya maksudkan, ini mengenai talang air yang biasa terpasang di mobil..

Seingat saya, aksesoris talang air ini populer sejak tahun 2006an, saat dunia otomotif mulai diramaikan dengan kehadiran Kijang Kapsul dan Toyota Avanza. Sejak itu, sepertinya hampir semua mobil tersedia aksesoris talang airnya.

Dan begitulah, sejak saat itu talang air ini menjadi “bonus wajib” saat kita membeli mobil baru, dan waktu pun bergulir hingga saat ini di tahun 2019, saya sudah lupa kalau talang air ini masih eksis hingga kemarin akhirnya menjual mobil lama dan menukarnya dengan yang baru. Karena tidak diinformasikan adanya bonus talang air ini, ya saya ngga nanya-nanya lebih jauh, toh di mobil sebelumnya pun bonus talang air yang saya dapatkan malah ngga saya ambil karena memang ngga butuh. Lucunya, saat mobil baru ini tiba dan saya bawa, baru sadar ternyata malah sudah terpasang “dari sananya”! Akhirnya sekarang saat saya lagi membawa mobilnya untuk servis pertama, saya pun minta talang airnya dilepas.

Kenapa talang airnya dilepas?

Gimana ya menjawabnya, saya sendiri kurang tau pasti sebenernya manfaat dari talang air ini. Biasanya, aksesoris yang ditambahkan pada mobil itu kan kebanyakan berasal dari dunia balap mobil, sehingga harapannya mobil yang dipasang aksesorisnya akan terlihat sporty atau menirukan versi balap dari mobil tersebut. Sebut saya wing alias spoiler, spakbor dan bumper depan belakang, velg racing ataupun lampu kabut ala halogen.

Ini rapih lah talangnya

Tapi talang air? Yang paling saya tau kegunaannya saat saya beli pertama kali di sekitar tahun 2008an adalah untuk memudahkan buka jendela tanpa kehujanan.. saat merokok di dalam mobil..! Sudah, itu saja yang saya tahu fungsinya. Estetika ? Antara ya dan tidak, ya adalah kalau memang talangnya itu tipis dan terlihat tebal, lain cerita kalau anda suka memperhatikan talang air yang meletat-meletot dan transparan terkesan tipis, ataupun super tebal hingga terlihat seperti kanopi!

Dengan sejuta kebingungan dan ketidak jelasan itulah saya akhirnya selalu memutuskan untuk melepas aksesoris ini. Kita lihat nanti bagaimana jadinya mobilnya tanpa talang ini.

Kembali soal asal muasalnya, kalau saya perhatikan pun, kebanyakan mobil eropa tidak menggunakan talang air ini, mungkin memang ini bukan aksesoris ala eropa, bisa saja. Walaupun pada akhirnya, kalau saya perhatikan pun mobil yang tidak menggunakan talang air tuh bisa terlihat lebih resik, garis pilang A ke B dan tepian pintunya terlihat tegas dan tidak “terganggu” dengan patahan garis talang yang terpasang

Kesimpulannya

Modifikasi dan aksesoris mobil adalah selera pemiliknya, tidak ada aksesoris yang lebih cocok dibanding yang lain karena hal ini kan bukan bawaan pabriknya dan kadang memang pabrikan juga ngga ikut campur dalam menentukan aksesoris apa saja yang bisa atau tidak bisa terpasang di sebuah mobil.

Buat saya, sebuah mobil akan lebih resik tanpa adanya talang air tersebut, toh saya juga tidak menemukan manfaatnya untuk pengunaan sehari-hari.

Bagaimana dengan anda ? Apakah anda punya pemikiran yang sama atau berbeda ? Atau mungkin bisa menceritakan asal muasal aksesoris yang fenomenal ini ? Bagikan di kolom komentar di bawah yaaaa…

About BangKei

A professional worker who loves to enjoy life through running and other active lifestyle. Enjoy drinking coffee and one of Apple Fanboy fo'real! Doesn't want to think anything too much, life is simple if you know how to be grateful!

%d bloggers like this: