aksesoris Sehari-hari

Bose Soundsport saya diganti, tapi segitunya…

Saya sendiri bahkan sudah hampir lupa kalau beberapa bulan lalu saya “menitipkan” (kalau ini adalah kata yang tepat) Bose Soundsport Wireless saya ke gerai Bose Gran Indonesia karena tiba-tiba earphone tersebut matot alias mati total, ngga bisa dinyalain, ngga bisa dicharge.

Kemudian beberapa hari atau minggu kemudian saya ditelpon oleh pihak Bose dan saya pun berdiskusi dengan mereka untuk tetap minta penggantian dengan pertimbangan berikut:

– Pembelian pertama, saya pakai 8 bulanan, rusak. Bawa ke Bose Plasa Senayan end up dengan mendapat penggantian baru

– Dipakai beberapa bulan (mungkin 5 – 6 bulan karena akhirnya garansi unit originalnya lewat kan) kemudian matot

– Apakah memang ini unit yang dipakai setengah tahun rusak alias cacat produksi sehingga Bose selalu merelakan saja satu unit pengganti tapi selanjutnya tidak diganti. Yang artinya masa pakai Bose Soundsport Wireless ini hanya 12 – 15 bulan saja ?

Walau begini, saya pun tetap menawarkan win-win solution untuk tetap mengganti unit saya kali ini untuk terakhir kalinya, dan mereka pun mencoba mempertimbangkan proposal saya itu, yang kedengerannya cukup fair kan?

Minggu berganti minggu, saya pun akhirnya lupa juga dengan cerita Bose ini, dilain sisi saya pun sudah mulai memakai Airpods 2 yang saya beli dengan niatan untuk menggantikan Bose tersebut hingga akhirnya saya pun ditelpon oleh pihak Bose bahwa unit penggantinya sudah bisa diambil di konter Grand Indonesia! Wah, ternyata permintaan penggantian unit saya disetujui. Setelah saya pulang ke Jakarta barulah saya menyambangi Grand indonesia untuk mengambil earphonenya.

Dengan membawa slip bukti penyerahan unit sebelumnya, saya pun datang dan langsung berbicara dengan pegawai yang duduk di belakang meja konter. Setelah dia mencari-cari berkasnya sebentar, akhirnya dia menemukan copy slip yang saya bawa dan bertanya “masih garansi ya?”, dan saya jawab saja dengan cepat “keliatannya sudah ngga”. Sebuah kotak Bose Soundsport Wireless pun dikeluarkan dari laci mejanya

Setelah dia baca-baca sedikit lagi slipnya, dia terusin lagi “kemarin cuma unit sama pouch aja ya?”, ya saya jawab lagi “iya”.

“Eartipsnya kemarin dikasih ngga?”

“Ngga mas”

“Penjepitnya juga ditulis disini patah ya?”

“Iya mas”

Terus dia lepasin dong itu jepitan.. “atau mau dibayarin mas jepitannya?” Tanya dia

“Emang berapa mas?”

“Seratus ribu”

(Buset) “ngga usah mas”

Kemudian dia keluarkan pouchnya dan mengeluarkan busa di dalamnya, saya pun masukkan lah earphonenya kedalam seperti saya bawa sebelumnya, dan si pegawai tersebut nanya lagi “ini busanya mau dibawah lagi mas?”

“Ngga mas, simpen aja, dah makasih ya”

Dan saya pun segera memasukkan pouch berisi earphonenya kedalam tas saya dan keluar dari tokonya.

Jujur saya ngga nyaman diperlakukan seperti itu, apalagi saat ditelpon pun tidak dikasihtau untuk membawa dus aslinya agar nanti ditukar dengan complete set. Seakan-akan Bose memang enggan urusan dengan saya jadi yang penting kasih aja ni orang earphone pengganti biar dia seneng dan putus hubungan. Kalaupun nantinya rusak lagi dalam 2 – 3 bulan jadikan aja pengikat tas nanti kabelnya…hehehe

Anyway, saya sudah memutuskan untuk tidak berurusan lagi dengan Bose, saya penggemar Bose, saking mahalnya,kebanyakan produknya hanya ada di mimpi saya yang nantinya kalau saya berduit mau saya isi rumah dengan perangkatnya.

Akhir kata, tetap saya ucapkan terimakasih kepada importir Bose yang mau mengakomodasi pertimbangan saya kemarin. Walaupun menunggu cukup lama berbulan-bulan namun akhirnya saya dapatkan juga penggantinya.

About BangKei

A professional worker who loves to enjoy life through running and other active lifestyle. Enjoy drinking coffee and one of Apple Fanboy fo'real! Doesn't want to think anything too much, life is simple if you know how to be grateful!

%d bloggers like this: