Garmin Vivosmart 3, canggih tanpa berat tambahan

Saya sudah memiliki smartwatch ini sekitar 4 bulanan, awalnya saya membeli ini sebagai alternatif “jam tangan” dari Garmin Fenix 5 yang saya gunakan. Memang saya ini aslinya suka mengkoleksi jam tangan, terutama dulu ya saat masih suka beli G-Shock. Namun dengan adanya smart watch seperti Fenix 5 ini koq jadinya saya ngga punya alasan buat membeli jam lainnya, apalagi kalau fiturnya ngga serupa alias bisa dipakai buat olahraga atau hidup aktif.

Salah satu pertimbangan lain membeli Vivosmart 3 ini adalah karena ukurannya juga ringkas dan bisa dipakai seperti gelang bersamaan dengan gelang saya yang lainnya.

Apa itu Garmin Vivosmart ?

Vivosmart 3 ini lebih kepada kategory fitness band atau activity tracker dibandingkan dengan smart watch apalagi GPS watch karena memang ngga ada GPSnya, berbeda dengan Vivosport yang lebih canggih dengan GPS dan layar yang..yeah.. ada warnanya. Akan tetapi, Vivosmart 3 ini ngga bisa dianggap sebelah mata, karena fitur yang dimilikinya sangat banyak dan melimpah, mulai dari optical heart rate, music control, gyroscope untuk mendeteksi gerakan misalnya repetisi saat angkat beban hingga perhitungan VO2 Max dan Stress Level! Jam ini pun sudah water resist sehingga aman untuk dipakai olahraga yang intens atau sekedar mandi.

Layar jam ini sangat sederhana yaitu hanya menggunakan layar monokrom yang tampilan jam-nya pun bisa dirubah ke beberapa preset yang disediakan, jadi tidak ada Connect IQ di Vivosmart 3 ini. Garmin Vivosmart ini terletak diantara Vivofit yang merupakan entry levelnya dan Vivosport yang lebih canggih. Saya pernah mencoba Vivosport dan pribadi lebih menyukai Vivosmart ini dengan beberapa alasan ini:

– lebih kecil, jadi lebih masuk akal kalau dibilang sebagai fitness band

– layar berwarna Vivosport pada pemakaian sebenarnya ngga segitunya

– bisa dipakai dengan aksesoris tangan lainnya

– baterenya awet

– karena ukurannya, masih enak dipakai untuk tidur

mulai dari optical heart rate, music control, gyroscope untuk mendeteksi gerakan misalnya repetisi saat angkat beban hingga perhitungan VO2 Max dan Stress Level!

Penggunaan Vivosmart sangat simpel yaitu menggunakan touchschreen, tidak ada tombol fisik pada smartband ini, hanya ada layar sentuh yang dioperasikan dengan tap, swipe dan tap and hold untuk masuk ke beberapa menu lainnya. Touchscreennya cukup intuitif, termasuk waktu agak basah karena keringat. Wrist motion sensornya juga efektif, jadi untuk menyalakan displaynya kita hanya perlu menggerakkan pergelangan tangan kita ataupun tap layarnya. Jadi Vivosmart ini displaynya “always off” bukan seperti jam Fenix. Namun karena ini pun jadinya menurut saya jam ini jadi discreet untuk dipakai sebagai aksesoris tangan

Untuk baterai, Vivosmart ini menggunakan kabel charger yang berbeda dengan Fenix atau jam lainnya, jadi ngga bisa tukar-tukaran, sedangkan Vivosport sudah menggunakan kabel yang sama dengan Fenix 5. Baterainya super awet, ya pasti karena memang interfacenya juga sederhana kan. Saya tidak ada keluhan seputar baterai Vivosmart ini, pengisiannya juga relatif cepat dari posisi baterai kosong.

Satu fitur yang saya matikan karena kurang pas aja di Vivosmart ini yaitu fitur notifikasi, karena ya gimana juga mau baca pesan di layar yang cuma beberapa baris itu, saya hanya mengaktifkan untuk telepon masuk saja.

Saya suka Vivosmart ini, ini seperti extension dari Fenix 5 saya, kalau saya sedang ingin menggunakan jam yang simpel dan bisa dipadukan dengan gelang-gelang atau aksesoris tangan lainnya. Oiya, Vivosmart 3 ini sudah mendukung fitur True Up, yaitu saat saya memakai Vivosmart ini dan beraktifitas, kemudian malam harinya saya ganti dengan Fenix 5, otomatis kedua jam tersebut akan mensinkronisasi via Garmin Connect sehingga semua aktifitas yang saya lakukan dengan Vivosmart siang harinya tetap terupdate di Fenix 5!

Vivosmart 3 ini sudah mendukung fitur True Up

Bagaimana menurut anda? Punya pengalaman yang sama dengan Vivosmart atau activity tracker lainnya ? Silahkan share di kolom komen di bawah yaaa..