Sehari-hari

DJI Osmo Action, kenapa pilih action camera?

Singkat cerita.. saya beli juga akhirnya action camera pertama dari perusahan pembuat drone terkemuka DJI.. ya, setelah DJI sukses menguasai angkasa dengan drone-drone terbaik mereka dan menjadi benchmark untuk drone maker lainnya, kali ini mereka mencoba “mendarat” dan menancapkan kuku mereka di pasar yang potensial yaitu action camera yang saat ini masih dikuasai oleh GoPro

Saya belum akan melakukan review dari Osmo Action ini, walaupun kalau anda tertarik untuk mengintip isi boks pembeliannya, anda bisa klik link ke unboxing video di channel Youtube saya ini. Saya akan lebih share ke pertimbangan saya untuk membeli ini, baik dari sisi pemilihan dibanding jenis kamera lain maupun dibanding kamera action lainnya di pasaran.

Mari kita mulai…

Pada dasarnya saya ingin membeli kamera, karena memang pada dasarnya saya suka dan hobi fotografi. Selama ini pun saya benar-benar mengoptimalkan kamera iPhone X untuk keperluan ini hingga akhirnya tidak saya miliki lagi. Dan saya pun mencoba kembali ke kamera beneran untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan memiliki nilai artistik khas fotografer.

Saya akan mulai dengan pertimbangan terhadap jenis kamera lainnya, artinya kenapa saya memilih untuk membeli action camera dibanding kamera mirorless, dslr ataupun lainnya. Di awal niatan ini, saya sudah lebih berat untuk membeli kamera mirorless. Kamera DSLR sudah saya coret dari list karena ukuran dan beratnya tidak sesuai dengan kebutuhan saya. Oiya, kebutuhan saya saat ini adalah memiliki kamera (beneran) yang bisa saya pakai untuk motret, mengambil video, vlogging dan tentunya memiliki ukuran yang ringkas dan ngga menambah beban yang signifikan. Percayalah, saya sudah melewati masa dimana membawa tas Lowepro berisi kamera fullframe, lensa-lensa premium, flash dan lainnya itu adalah hal yang keren sekaligus bikin pegel! Belum ditambah lagi laptop Macbook Pro 15″ nya ya..

Jadi kameranya harus ringkas, dan mirorless benar-benar memenuhi syarat yang terakhir ini. Dari modal browsing dan googling, ini adalah calon kamera yang tadinya saya consider untuk beli:

Fujifilm X-T2, salah satu flagship kamera mirorless Fuji. Saya niatnya mencari unit second hand untuk tipe ini

Fujifilm X-T30, latest release dari Fujifilm, merupakan versi “mini” dari flagship terbaru X-T3 yang dikeluarkan bersamaan

Sony Alpha 7 mark 2, ini kamera mirorless fullframe! Sempet jatuh cinta juga sama kamera ini

Canon EOS M6, compact dan ringan dengan fitur yang ngga bisa diremehkan

Untuk menimbang kamera-kamera diatas, saya benar-benar melihat dari bebapa poin yang bisa saya bayangkan, misalnya harga lensa-lensanya, fitur versus kebutuhan dan long term usagenya, maksudnya apakah cukup ringkas sehingga saya akan rutin menggunakannya.

Untuk action camera, tentunya yang menjadi pembandingnya ya hanya satu yaitu Gopro Hero 7 dong.. action camera terbaru dari Gopro, super smooth, water resistant dan fitur lainnya yang melimpah.

Jadi kenapa akhirnya malah beli DJI Osmo Action ?

Dibandingkan dengan kamera mirorless, kenapa akhirnya malah beli action camera yang di satu sisi sudah mulai ditinggalkan oleh kebanyakan orang, karena mungkin modelnya yang begitu-begitu aja dan ngga ada yang namanya bokeh-bokehan ataupun efek lainnya yang didapat dengan menggunakan kamera mirorless bahkan dengan lensa kit! Namun pada akhirnya saya memutuskan buat membeli action camera ini saja dulu, jadi bukannya saya bilang ngga akan beli kamera mirorless ya, namun sebagai starting point untuk menentukan maunya nanti punya kamera mau diapain sih. Saya ngga mau akhirnya punya Sony A7 mark 2 dengan lensa 50 mm tapi ngga pernah dipakai buat vlogging karena terlalu besar atau ngga portabel buat vlog di pinggir jalan. Jadi untuk saat ini, action camera akan lebih reasonable untuk saya miliki duluan, disamping itu harganya pun relatif lebih rendah untuk sesuatu yang “coba-coba”. Di harga yang sama, fuji film baru menyediakan kamera entry levelnya, sedangkan di action camera saya sudah bisa mendapatkan unit flagship kan?!

Dibanding dengan GoPro Hero 7, untuk yang satu ini saya ngga akan share banyak, karena hasil footage Gopro Hero 7 hanya saya lihat melalui Youtube video saja dan belum pernah hands-on. Saya prefer DJI Osmo Action lebih kepada karena kamera ini lebih baru yang mungkin memiliki fitur yang lebih up to date. Soal aksesoris, microphone yang kompatibel ini bisa menunggu lah, yang penting saya lebih mau mengeluarkan kameranya untuk menangkap foto dan video yang keren.

Jadi itu dia sedikit mengenai DJI Osmo Action ini, review sedikit yang bisa saya sampaikan adalah betapa lengkap dan praktis penggunaan action camera ini.

About BangKei

A professional worker who loves to enjoy life through running and other active lifestyle. Enjoy drinking coffee and one of Apple Fanboy fo'real! Doesn't want to think anything too much, life is simple if you know how to be grateful!

%d bloggers like this: