Satu bulan kemudian, Dji Osmo Action

Kalau melihat dari post unboxingnya, sudah hampir sebulan saya mengunakan Dji Osmo Action ini. Setelah pertimbangan sebelumnya untuk membeli kamera mirorless, fullframe atau action camera, akhirnya pilihan saya pun jatuh kepada produk perdana dari perusahaan pembuat drone terkemuka DJI ini di pasaran action camera.

Salah satu pertimbangan kenapa saya memilih action camera adalah lebih kepada tipe kamera ini jauh lebih compact untuk memenuhi kebutuhan saya saat ini yaitu untuk mengcapture momen dan keseruan plus efek slowmotion yang ternyata seru juga!

Kalau dari fitur umum, Osmo Action ini sepertinya sama saja dan sebelas duabelas dengan rival seniornya GoPro Hero 7. Soal Electronic Stabilization kalau anda menonton beberapa reviewnya, buat saya ya itu, sebelas dua belas saja. Yang membedakannya menurut saya memang kehadiran front screen nya ini ya, ternyata buat composing foto ataupun video berguna juga, karena action camera ini kan identik dengan lensa yang lebar, jadi dengan menggunakan layar depannya, efek distorsi yang muncul misalnya saat saya memfoto selfie jadi terlihat lebih proporsional dan memperkecil salah komposisi pada saat melihat hasil video kalau diambil tanpa adanya layar depan ini.

Alasan lain kenapa saya mengambil action camera untuk saat ini adalah fitur-fitur unik fotografi yang dikemas dengan praktis di Osmo Action ini, contohnya Time lapse dan slow motion. Tidak perlu lagi edit postpro di software untuk mendapatkan efek slow motion, hasilnya langsung bisa ditampilkan di kameranya sesaat setelah video slow motionnya diambil! Ukurannya yang kecil juga membuat kamera ini menjadi sedikit mencolok saat digunakan, dilain sisi mungkin saya seneng aja kalau action camera ini saat dipakai lebih disangka bukan gopro alias action camera merk Cina…hehe

Dari sisi software atau firmware, DJI cukup ambisius untuk menyempurnakan produknya ini. Contohnya, di firmware sebelumnya, saat kita merekam video dengan layar belakang dan kemudian switch ke layar depan, maka hasil videonya akan terpecah. Nah, dengan update firmware terbaru di beberapa hari lalu, video akan tetap disimpan sebagai satu kesatuan walaupun diambil dengan kamera depan dan ganti ke belakang dan seterusnya. Paling ngga dalam sebulan ini saya sudah mendapat dua firmware update dan terasa seperti major update buat performa kameranya ini.

Alasan lain kenapa saya mengambil action camera untuk saat ini adalah fitur-fitur unik fotografi yang dikemas dengan praktis di Osmo Action ini

ROcksteady, fitur image stabilization yang dimiliki Osmo Action buat saya sudah sangat membantu sekali untuk menghasilkan hasil video yang lebih cinematic.Walaupun yang masih saya penasaran apakah bisa diatasi atau ngga adalah video slow motion yang terkadang kalau diambil saat sedang bergerak (berjalan atau lari) tetap kelihatan wobbling-nya saat mengambil footage slowmotion. Jadi biasanya kalau saya mengambil slowmotion, saya akan meminimalisasi kebutuhan untuk berjalan apalagi lari.

Saya suka responsiveness dari kamera ini, cukup instan lah buat dipakai sehari-hari

Kecepatan read-write memory card alias buffering menurut saya dengan micro SD yang tepat, ngga ada isu sama sekali. Saya cukup menekan tombol shutter atau menyalakan tombol powernya, dalam 2 detik kamera pun siap digunakan, bahkan mengambil momen yang anda perlu abadikan. Saya suka responsiveness dari kamera ini, cukup instan lah buat dipakai sehari-hari.

Setelah sebulan pemakaian, saya sangat suka kamera ini! Ringan, kecil, kokoh, waterproof. Cocok digunakan untuk keperluan apapun (ya selain yang wajib mengunakan efek kamera bokeh yaa) mendokumentasikan keseharian, liputan hingga yang pasti, buat vlogging yaaaa..

Anda punya kamera ini juga ? Bagaimana menurut anda ? Share di kolom komentar di bawah ini ya