Tulisan bebas

Ini tips memilih kamera versi saya

Saya sudah menceritakan bagaimana saya sempat melakukan survey, browsing, membaca dan nonton review dan semua informasi yang berkaitan dengan rencana saya untuk membeli kamera yang berakhir dengan dibelinya DJI Osmo Action dan saya pun benar-benar menyukainya!
Walaupun akhirnya saya membeli action camera yang istilahnya masuk kategori “point and shoot” tulisan kali ini adalah mengenai tips dan petunjuk bagaimana cara membeli kamera yang tepat untuk anda. Jadi anggap saja anda sudah memutuskan untuk membeli kamera digital SLR yang lensanya bisa diganti-ganti, apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dan diputuskan di depan sebelum kameranya dibeli.
Ini dia tipsnya!

Megapixel ?
Ini adalah kata yang paling umum digunakan kalau mau beli kamera.. “ini kamera X berapa megapixel ya ? Wah lebih gede dari Y ya megapixelnya…” dan beberapa komentar tipikal berkaitan dengan megapixel.
Apabila anda hanya memotret untuk ditampilkan di layar komputer atau bahkan telepon selular lewat sosial media, megapixel tidak usah dipikirkan. Kemudian akan ada yang menyanggah ini dengan berkata “ya perlu aja dong, kalau makin besar megapixelnya kan fotonya jadi bisa dicrop ngga pecah”, ya itu sangat betul sekali, tapi coba ingat-ingat berapa kali anda melakukan cropping saat mengedit foto ? Bahkan foto yang anda ambil dengan kamera ponsel ?
Kalau anda berniat untuk melakukan pencetakan ukuran besar, seperti poster dan banner, mungkin megapixel menjadi persoalan. Tapi selain dari itu, lewati saja bagian ini.

Sensor
Ini yang lebih penting daripada megapixel, namun memang kalau didetailkan ke bahasa awam akan lebih sulit “dicerna” dibanding 12 Megapixel versus 18 megapixel kan?!
Sensor kamera adalah bidang berbentuk persegi panjang dimana cahaya akan masuk dan diterjemahkan menjadi image atau gambar. Singkat cerita, semakin besar ukuran sensor, semakin bagus kualitas gambar yang dihasilkan. Bicara mengenai ukuran sensor, walaupun saat ini kita sudah berada di era digital, ukuran sensor kamera tetap berpatokan pada ukuran film 135mm alias film rol standar yang dulu kita atau orangtua kita gunakan.
Ukuran itu yang saat ini disebut dengan Full Frame setara dengan ukuran negatif film rol tadi. Selain itu saat ini sudah ada beberapa ukuran sensor yang beredar di pasaran yang mungkin familiar di telinga anda, seperti APS-C yang paling umum dipakai di kamera DSLR seperti Canon dan Nikon serta Fujifilm. Ada juga Four-Third dan Micro Four-Third yang digunakan Olympus.
Efek dari ukuran sensor yang beragam ini adalah jarak lensa yang akan dihasilkan oleh satu sensor tidak sama dengan sensor lainnya ini yang disebut dengan “Crop Factor”, sensor APS-C memiliki 1.6x crop factor, Micro Four Third memiliki 2x crop factor. Bingung ?
Jadi begini, misalnya anda punya lensa 35mm, di kamera full frame akan tetap menjadi lensa 35 mm yang wide. Namun di kamera dengan sensor APS, kita akan kalikan 35mm tersebut dengan 1,6 sehingga menjadi 56mm yang menjadi lensa close up. Makin dipasang di kamera Micro Four Third ya jadi lensa 70mm, medium tele! Yang perlu diingat adalah ini bukan berarti lensanya secara optik jadi makin jauh, namun hasil fotonya yang “terpotong” sesuai faktor pengalinya tadi, makanya disebut dengan crop-factor.

Lensa bagus atau kamera bagus?
Jawaban singkatnya, lensa bagus.
Buat saya, ini kembali ke dana awal anda untuk pembelian pertama kameranya.
Tunggu, pembelian pertama ? Jadi akan ada pembelian kedua dan seterusnya ?? Ya itulah makanya anda membeli kamera dengan lensa yang “bisa diganti-ganti bukan?”, agar nantinya akan ada lensa kedua, bodi kedua, dan seterusnya. Jadi apakah membeli kamera DSLR “satu kali saja” salah ? Tentu saja tidak dan sama sekali tidak, namun anda akan melewatkan ciri khas dan manfaat sejati dari interchangeable camera & lens system ini tentunya.. masuk akal kan ?
OK kembali lagi, kalau dana awal anda terbatas, saya akan sarankan anda untuk membeli lensa bagus dengan bodi biasa dulu. Kenapa ? Karena lensa bagus harganya lebih mahal dan variannya tidak banyak, sedangkan bodi anda bisa beli yang sesuai budget dulu (bahkan second hand kalau ngga keberatan) baru nanti anda upgrade setelahnya dengan lensa yang sama, jadi hasil foto anda akan memiliki optical quality yang sama sejak anda mulai memotret.

Lensa yang bagus yang mana ?
Ini akan bergantung pada tujuan anda memotret, lensa yang bagus adalah lensa yang tepat pada kegunaannya. Bayangkan anda memotret model dengan lensa fish-eye.. mau setajam apapun hasil fotonya, ngga akan pas di mata karena fotonya membulat kemana-mana kan.
Kalau anda hanya akan menjadi all-rounder photographer, lensa 24 – 80mm sudah lebih dari cukup menurut saya. Satu yang lebih penting anda pertimbangkan adalah besar diafragmanya, terlepas dari bokeh-bokehan yang dihasilkan, sebuah lensa cepat dengan bukaan f/2.8 di semua panjang lensa akan lebih unggul dibandingkan dengan yang memiliki diafragma berubah sesuai panjang lensanya.
Jangan tergoda dengan apa yang kalau jaman saya dulu disebut dengan “lensa putih”..! Kalau anda memang landscape photographer, ngga usah tertarik untuk memiliki lensa zoom ini yang akhirnya hanya bikin berat tas aja.

Garansi
Yang ini lebih ke soal kita hidup di Indonesia ya. Saya akan menyarankan anda untuk membeli gear dengan garansi lokal atau paling tidak eks-garansi lokal. Dulu, Datascript memiliki ketentuan memberikan fee tambahan untuk lensa atau kamera Canon yang diservis dan bukan bergaransi mereka. Silahkan pastikan ke masing-masing distributor sebelum anda memutuskan untuk membeli peralatan yang bukan dari produk garansi Indonesia.
Bicara peralatan kamera berarti bicara alat dengan gerakan-gerakan mekanis dan sambungan eletronik yang bisa fatigue dan lost connection kapan pun, bahkan dengan pemakaian normal.

Demikian beberapa tips buat membeli dan memilih kamera versi saya. Anda punya tips lainnya ? Silahkan tulis di kolom komentar di bawah ini agar kita semakin banyak tahu yaaaa…
Salam jepret!

About BangKei

A professional worker who loves to enjoy life through running and other active lifestyle. Enjoy drinking coffee and one of Apple Fanboy fo'real! Doesn't want to think anything too much, life is simple if you know how to be grateful!

%d bloggers like this: