Apple

The “Notch” alias tanduk-nya iPhone

Notch.. oh notch.. Pertama kali muncul di tahun 2017 saat iPhone X diluncurkan dan lansung mengundang kontroversi. Bagaimana ceritanya Apple mengclaim membuat layar handphone “fullscreen” tapi dengan adanya kehadiran “tanduk” di layarnya malah mengundang komentar dan akhirnya pabrikan handphone lain pun sibuk “membuktikan” bahwa mereka bisa membuat handphone dengan layar fullscreen beneran!

Bahkan ada pabrikan yang sampai membuat kamera depannya dikeluarkan dari sisi depan layarnya alias keluar dari bodinya.. pokoknya saling berlomba-lomba “membersihkan” bagian depan smartphone mereka dari lekukan-lekukan yang membuat ukuran layar mengecil, entah itu kamera depan, sensor maupun speaker teleponnya. Dan mereka pun merasa berhasil membuat layar iPhone menjadi “ngga canggih” dan ketinggalan teknologi.

Hal ini makin menjadi-jadi setelah beberapa minggu lalu, Apple merilis iPhone 11 Pro..dengan tanduk yang sama..

Ya, tanduk lagi di tahun 2019.. triple camera dengan komputansi tercanggih saat ini, video dengan resolusi terbaik dan chip A13 dengan neural engine yang sangat pintar namun tetap menggunakan layar bertanduk yang “sangat ke-2017-an”.

Coba bandingkan dengan Samsung saat ini, setelah Apple terkenal dengan tanduknya, pabrikan asal Korea ini sibuk “berkompetisi” untuk memperkecil tanduk layar handphone mereka hingga menjadi sekecil tahi lalat alias “titik” saja, entah itu berbentuk kapsul pada S10+, titik di kanan pada S10 dan titik di tengah pada Note 10. Kalau melihat dari sisi “kecanggihan teknologi”, kelihatannya Samsung dan beberapa pabrikan handphone lain seperti Oppo, Vivo lebih unggul dari Apple. Ngga tanggung-tanggung berbentuk titik, Oppo malah bener-bener membersihkan bagian depan layarnya dari hardware yang memakan ruang dan jadilah kamera depannya “mencuat” keluar dari sisi atas smarthone nya

Semua demi menghadirkan smartphone dengan layar penuh, sepenuh-penuhnya

Dan setelah “kontes pembersihan layar tersebut” berakhir, apa yang terjadi ? Saya tidak bisa membedakan yang mana smartphone Samsung, mana yang Oppo dan lainnya! Semua tampak sama… layar bersih berbentuk persegi panjang, sulit membedakan atau misalnya kalau anda saat ini memakai Samsung Note 10+, orang akan butuh waktu sesaat sampai bener-bener memperhatikan ada titik di tengah atas layarnya baru bisa bilang “wah ini Note yang terbaru ya?”.

Jadi apa yang Apple lakukan ?

Atau sebenarnya adalah apa yang Apple selalu lakukan, karena bagi saya ini memang selalu Apple lakukan sejak jaman iPod! Ya, sejak jaman musik masih mengalun dari sebuah alat khusus yang bisa dibawa kemana-mana dan berukuran kecil. Apple memang fokus mengembangkan teknologi dan semua kecanggihan yang bisa dihadirkan entah dalam bentuk smartphone, tablet atau laptop dalam desain yang premium dan memukau.

Bicara mengenai desain, saya melihat Apple mempunyai pola yang unik dan tidak ada pada pengembang lainnya, yaitu membuat produknya “distinguished” alias beda sendiri. Kalau dibilang beda sendiri disini lebih kepada fakta bahwa Apple sepertinya saat merilis produk dengan desain tertentu ini sudah melalui riset dan pembicaraan panjang bahwa desain tersebut akan dipakai selama bertahun-tahun bahkan pada beberapa produk berikutnya.

Bingung ? Nah saya mencoba membuat sketsa seperti di bawah ini agar anda lebih paham maksud saya

Dengan melihat gambar diatas, anda mungkin sudah paham maksud saya kan ? Ini lah cara Apple merilis produknya (paling tidak ini yang saya pahami), mereka mau produk mereka dengan desain yang mereka buat alias tentukan berada cukup lama diantara konsumen sehingga secara tidak sadar “bentuk-bentuk” diatas menjadi familiar di mata dan pikiran kita saat kita melihat smartphone atau gadget, “bentuk” diatas itu akan menjadi patokan awal, sebelum berpaling ke “bentuk” lain, misalnya titik-nya ada di sebelah mana ya

Coba anda pikir-pikir dan mungkin anda akan geli sendiri.. kalau anda ketemu teman lama anda dan sedikit banyak anda tahu dia bukan golongan orang yang sukses-sukses banget, dan saat dia mengeluarkan handphone dan anda melihat bentuk tanduk itu, spontan anda akan berpikir atau malah berkata “wah udah sukses nih pake iphone bro?!”, atau alternatifnya dia keluarkan handphone dengan layar penuh dan jernih, apakah anda akan memikirkan “itu handhphone apa ya?”. Atauuu, karena tidak ada tanduknya, anda ngga akan sibuk berpikir itu handphone apa ?! Heheehe

Menarik ya?!

Kembali, Apple bukan hanya merilis smartphone dengan apa yang masyarakat mau semata-mata, namun kebutuhan akan identitas melalui bentuk ini juga mereka pertimbangkan saat mereka merilis dan menentukan desain final produk mereka seakan-akan sudah menentukan desain berikutnya apa lagi sambil menanamkan desain yang sekarang di pikiran konsumen dan pengguna teknologi sekarang ini.

Dan kalau saya mencoba menghitung lamanya Apple akan mempertahankan satu bentuk sebelum ke bentuk lainnya adalah sekitar 2 tahun. Jadi tanduk ini mungkin akan hilang pada iPhone 2020 nanti dan digantikan dengan trademark yang baru. Menurut saya, kelebihan marketing strategy seperti ini adalah produk-produk lama mereka akan tetap memiliki pasar dan dikenal. Saya pribadi menggunakan iPhone 8 di tahun 2019 ini saja masih bisa dikenali.

Ada yang masih bisa mengenali Samsung S8??

About BangKei

A professional worker who loves to enjoy life through running and other active lifestyle. Enjoy drinking coffee and one of Apple Fanboy fo'real! Doesn't want to think anything too much, life is simple if you know how to be grateful!

%d bloggers like this: